Hotel Murah di Bogor - Indonesia dan Islandia sepakat untuk meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang, terutama implementasi kesepakatan kerjasama di bidang energi panas bumi (geotermal) dan perikanan.
Hal itu mengemukan dalam audiensi antara Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Esti Andayani kepada Presiden Islandia Ólafur Ragnar Grímsson seusai penyerahan surat kepercayaan di Bessastaðir, Kediaman Kepresidenan Islandia, Reykjavik, 20/4/2010, pukul 13.30 waktu setempat.
Kepada presiden Grímsson, Dubes Esti menyampaikan harapan agar kerjasama bilateral kedua negara semakin meningkat di berbagai bidang terutama energi panas bumi dan perikanan.
Terkait dua bidang itu, diharapkan ada peningkatan partisipasi ahli perikanan dan ahli pertambangan Indonesia untuk belajar di United Nations University Fishery Training Program dan United Nations University Geothermal Training Program di Islandia, demikian seperti dituturkan Sekretaris III Pensosbud Febby Fahrani kepada detikcom hari ini.
Menanggapi harapan itu, Presiden Grímsson menyatakan komitmennya untuk menjamin realisasi kerjasama panas bumi dan perikanan, yang sempat terhenti disebabkan oleh kondisi perekonomian Islandia yang menurun pasca krisis keuangan 2008.
Menurut presiden Grímsson, Islandia tetap menempatkan Indonesia sebagai mitra penting dalam pengedepanan kemajuan pengembangan energi panas bumi.
Pada kesempatan itu pula Grímsson menyampaikan rencana kunjungannya ke Indonesia pada 25-29/4/2010 dalam rangka menyampaikan keynote speech (pidato kunci, red) pada World Geothermal Congress (Kongres Panas Bumi Dunia) di Bali pada 26/4/2010.
Saat audiensi Dubes Esti juga berkesempatan menyampaikan salam hangat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Ólafur Ragnar Grímsson, yang disambut dengan penyampaian salam balasan dari Presiden Islandia kepada Presiden RI.
Usai audensi, presiden Grímsson mengajak Dubes Esti bergabung bersama pejabat Kantor Kepresidenan, Kepala Protokol Kemlu dan pejabat protokoler Kemlu Islandia dalam resepsi sederhana di drawing room. Hadir pula jajaran Staf KBRI Oslo dan Konsul Kehormatan RI untuk Islandia, Sveinn Andri Sveinnsson.
Penyerahan surat kepercayaan kepada Presiden Islandia tersebut merupakan yang kedua, setelah sebelumnya Dubes Esti Andayani menyerahkan surat kepercayaan kepada Raja Norwegia Harald V, 15/4/2010.
Upacara penyerahan surat kepercayaan itu dilangsungkan di saat Islandia tengah mengalami bencana alam, yaitu meletusnya gunung Eyjafjallajoekull yang abu vulkaniknya menyebabkan kekacauan penerbangan di kawasan Eropa.
Hal itu mengemukan dalam audiensi antara Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Esti Andayani kepada Presiden Islandia Ólafur Ragnar Grímsson seusai penyerahan surat kepercayaan di Bessastaðir, Kediaman Kepresidenan Islandia, Reykjavik, 20/4/2010, pukul 13.30 waktu setempat.
Kepada presiden Grímsson, Dubes Esti menyampaikan harapan agar kerjasama bilateral kedua negara semakin meningkat di berbagai bidang terutama energi panas bumi dan perikanan.
Terkait dua bidang itu, diharapkan ada peningkatan partisipasi ahli perikanan dan ahli pertambangan Indonesia untuk belajar di United Nations University Fishery Training Program dan United Nations University Geothermal Training Program di Islandia, demikian seperti dituturkan Sekretaris III Pensosbud Febby Fahrani kepada detikcom hari ini.
Menanggapi harapan itu, Presiden Grímsson menyatakan komitmennya untuk menjamin realisasi kerjasama panas bumi dan perikanan, yang sempat terhenti disebabkan oleh kondisi perekonomian Islandia yang menurun pasca krisis keuangan 2008.
Menurut presiden Grímsson, Islandia tetap menempatkan Indonesia sebagai mitra penting dalam pengedepanan kemajuan pengembangan energi panas bumi.
Pada kesempatan itu pula Grímsson menyampaikan rencana kunjungannya ke Indonesia pada 25-29/4/2010 dalam rangka menyampaikan keynote speech (pidato kunci, red) pada World Geothermal Congress (Kongres Panas Bumi Dunia) di Bali pada 26/4/2010.
Saat audiensi Dubes Esti juga berkesempatan menyampaikan salam hangat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Presiden Ólafur Ragnar Grímsson, yang disambut dengan penyampaian salam balasan dari Presiden Islandia kepada Presiden RI.
Usai audensi, presiden Grímsson mengajak Dubes Esti bergabung bersama pejabat Kantor Kepresidenan, Kepala Protokol Kemlu dan pejabat protokoler Kemlu Islandia dalam resepsi sederhana di drawing room. Hadir pula jajaran Staf KBRI Oslo dan Konsul Kehormatan RI untuk Islandia, Sveinn Andri Sveinnsson.
Penyerahan surat kepercayaan kepada Presiden Islandia tersebut merupakan yang kedua, setelah sebelumnya Dubes Esti Andayani menyerahkan surat kepercayaan kepada Raja Norwegia Harald V, 15/4/2010.
Upacara penyerahan surat kepercayaan itu dilangsungkan di saat Islandia tengah mengalami bencana alam, yaitu meletusnya gunung Eyjafjallajoekull yang abu vulkaniknya menyebabkan kekacauan penerbangan di kawasan Eropa.
Pidato Kita
Reviewed by Bonita
on
5:02:00 AM
Rating:
No comments: